30.6.11

Hukum Halal Haram Bisnis MLM

Beberapa bulan menjalani bisnis luar biasa saya bersama BOSS Family, alhamdulillah bukan bohong2an. Jelas, transparan, dan real. Transferan masuk, bukan basa-basi. BUkan money game. Berikut ini bisnis MLM yang beneran, sesuai syariat, bukan abal2
==============
oleh Abduh Zulfidar Akaha* pada 17 Mei 2011 jam 8:01


BISNIS MLM
Aliya Falihah J
email: maimanah74@yahoo xxx


Assalamu'alaikum wr. wb.
Ustadz, saat ini saya ditawari bisnis MLM, yang untungnya subhanallah besar sekali apabila kita dapat mencari downline, dan katanya bisa sampai seumur hidup dapat dinikmati, bagaimana hukum bisnis MLM tersebut?? Apakah halal hasil usaha tersebut?? Syukron Ustadz.
Wassalamu'alaikum wr. wb.
= = = = =

Wa'alaikum salam wr. wb.
Bu Aliya yang baik..

Pada dasarnya bisnis MLM dan bisnis yang lain kurang lebih sama saja. Ini masuk dalam ranah fiqih mu’amalah, di mana ada kaidah mengatakan,
الْأَصْلُ فِي الْأَشْيَاءِ الْإِبَاحَةُ حَتَّى يَدُلَّ الدَّلِيْلُ عَلَى التَّحْرِيْمِ .
“Pada dasarnya segala sesuatu itu mubah (boleh), sehingga ada dalil yang menunjukkan keharamannya.”

 Yang membedakan adalah sistem penjualannya. Dan, yang terpenting dalam bisnis atau jual beli, adalah bagaimana ia memenuhi unsur jual beli yang halal, sehingga bisnis itu menjadi halal. Sebaliknya, jika dalam suatu bisnis terdapat unsur gharar (penipuan), ikrah (pemaksaan, meski secara halus), ghisy (kecurangan), maysir (untung-untungan, judi), riba, ghubn fahisy (mark up harga yang terlalu), jahalah (ketidakjelasan), zhulm (merugikan), dharar (membahayakan), dan yang semacamnya, maka ia pun menjadi bisnis yang haram. 

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda,
مَنْ غَشَّنَا فَلَيْسَ مِنَّا .
"Barangsiapa yang mencurangi kami, maka dia bukan golongan kami." [HR. Muslim dari Abu Hurairah]

 Bisnis MLM bermacam-macam, tidak bisa disamaratakan. Di sini, kami akan memberikan gambaran atau kriteria secara umum bagaimana suatu bisnis (dalam hal ini MLM) itu bisa menjadi halal, dan bisa juga menjadi haram. Hal ini meliputi syarat-syarat dalam menjual produk, mencari downline, dan sebagainya:

Barang atau jasa yang dijual (produk) harus jelas, benar-benar ada, tidak cacat, dan bermanfaat. Dengan demikian, jika produk yang dijual tidak jelas, misalnya berupa money game, atau arisan berantai, atau sesuatu yang tidak ada wujudnya, atau tidak bisa dimanfaatkan, dan sebagainya, maka MLM jenis ini haram hukumnya.
  1. Produk yang dijual harus barang atau jasa yang halal. Dengan demikian, jika produk yang dijual adalah sesuatu yang diharamkan, maka hukumnya pun haram.
  2. Harga produk harus jelas. Termasuk jika ada diskon dan pembagian keuntungan untuk member di dalamnya. Dengan demikian, jika ada yang ditutup-tutupi di dalamnya sehingga ada yang dirugikan (meskipun baru ketahuan belakang hari), maka haram hukumnya.
  3. Menyampaikan kelebihan dan manfaat produk apa adanya, termasuk jika ada efek negatifnya. Semuanya harus disampaikan dengan jelas, tanpa ada yang ditutup-tutupi. Dengan demikian, jika seseorang menjual suatu produk dengan menutup-nutupi kekurangannya dan hanya menyebutkan kelebihannya, maka haram hukumnya.
  4. Tidak boleh menjelek-jelekkan produk lain yang sejenis dengan maksud agar produknya laku, karena ini adalah salah satu bentuk kecurangan dalam jual beli.
  5. Pembeli betul-betul membeli produk yang dijual dikarenakan kualitas dan manfaatnya sebagaimana yang dijelaskan, bukan karena iming-iming yang berlebihan.
  6. Dalam mencari downline, tidak boleh ada unsur pemaksaan (sekalipun dengan cara halus), mengarahkan calon downline agar membeli produk lebih banyak agar mendapatkan poin tertentu, bujuk rayu, janji-janji yang berlebihan, dan sebagainya. Jika sampai di kemudian hari ternyata downline menyesal, si upline berdosa dan bisnis semacam ini bisa menjadi haram. Sebab, si downline ikut MLM tersebut dikarenakan terpengaruh oleh “presentasi” berlebihan dari upline. Dan, ini termasuk bentuk penipuan yang diharamkan.
  7. Dalam mencari downline, sampaikan secara rinci apa adanya tentang kelebihan; produk yang dijual, sistem bagi hasil, gambaran keuntungan secara wajar yang bisa didapatkan member, jenjang karir, bonafiditas perusahaan, dan sebagainya. Selanjutnya, serahkan sepenuhnya kepada “calon downline” untuk mengambil sikap. Jangan sampai calon downline ikut masuk MLM tersebut karena perasaan “tidak enak”. Sebab, tidak jarang seorang upline selalu menanyakan kepada calon downlinenya; jadi tidak ikut MLM-nya. Jadi, biarkan calon downline yang mengambil keputusan dan menghubungi calon uplinenya, bahwa dia jadi ikut bergabung.
  8. Harus menjaga akhlak dan etika dalam menjual produk dan mencari downline. Tidak boleh seorang calon pembeli atau calon downline merasa terganggu dengan penawaran atau promosi produk yang dilakukan. Pastikan, bahwa calon pembeli atau calon downline tidak terganggu dengan penawaran produk MLM. Sebab, tidak sedikit orang apriori terhadap bisnis MLM dikarenakan ulah sales atau member MLM itu sendiri dalam memasarkan atau menawarkan produknya.
  9. Upline harus menepati segala janjinya kepada downline. Tidak boleh seorang upline meninggalkan downlinenya begitu saja setelah dia berhasil menarik si downline dan mendapatkan keuntungan dari masuknya downline tersebut ke dalam jaringannya. Jika ternyata setelah downline masuk tidak mendapatkan sebagian (apalagi semua) yang dijanjikan upline kepadanya, entah itu berupa bimbingan, kartu anggota, diskon, produk yang dibeli, sistem penjualan, dan sebagainya; maka dia berdosa. Dan bisnis ini bisa menjadi haram, karena unsur penipuan di dalamnya.
  10. Yang diutamakan adalah menjual produk, bukan mencari downline. Jika suatu bisnis MLM lebih mengutamakan mencari downline daripada menjual produk, maka HARUS dihindari. Sebab, MLM jenis ini tidak memiliki produk yang bermanfaat, melainkan hanya mimpi yang mustahil dan penuh tipuan. Ini haram.
  11. Penjual dan pembeli harus benar-benar ridha dengan harga jual dan barang yang dibeli. Begitu pula upline dan calon downline, harus benar-benar ridha dengan bisnis yang dijalankan. Penjual tidak boleh menipu atau memperdaya calon pembeli dengan cara apa pun dan sehalus apa pun agar barangnya terjual. Begitu pula upline, tidak boleh menipu dan mengintimidasi dengan cara apa pun dan sehalus apa pun terhadap calon downline. Bergabungnya (calon) downline harus benar-benar karena keridhaannya dan pengetahuannya akan bisnis MLM tersebut.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda,
إِنَّمَا الْبَيْعُ عَنْ تَرَاضٍ .
“Sesungguhnya jual-beli itu harus dengan saling ridha.” [HR. Ibnu Majah dari Abu Hurairah]

 13. Keuntungan, bonus, dan peluang (baca: mimpi) yang dijanjikan harus rasional dan benar-benar bisa dicapai oleh seseorang, sekalipun harus dengan bekerja keras. Harus ada contoh riil yang bukan kamuflase dan tidak bohong-bohongan bahwa memang ada orang yang berhasil melakukan dan mendapatkannya.

 14. Uang perndaftaran member harus rasional dan tidak terlalu mahal. Lebih baik lagi jika sebagian manfaat dari uang pendaftaran dikembalikan kepada downline/member dalam bentuk buku, brosur, kartu anggota, bonus produk, dan sebagainya. Tidak dibenarkan jika uang pendaftaran member menjadi salah satu andalan bisnis MLM, atau bahkan merupakan bagian dari produknya, di mana pemilik usaha dan upline mendapatkan keuntungan UTAMA dari sebagian uang pendaftaran member/downlinenya. Dengan demikian, jika andalan suatu bisnis MLM adalah member get member (bukan produk), maka haram hukumnya.

 15. Tidak mengapa jika uang pendaftaran member sudah termasuk dalam harga produk yang dijual. Yang penting keterangannya jelas dan tidak ada yang ditutupi. Dengan demikian, keanggotaan semacam ini adalah otomatis dan merupakan bonus. Hal ini tidak bertentangan dengan hadits,
نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ صَفْقَتَيْنِ فِي صَفْقَةٍ وَاحِدَةٍ .
“Rasulullah SAW melarang dua transaksi dalam satu transaksi.” [HR. Ahmad dari Ibnu Mas’ud]

Atau hadits Nabi yang lain,
نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ بَيْعَتَيْنِ فِي بَيْعَةٍ .
“Rasulullah SAW melarang dua jual beli dalam satu jual beli.” {HR. At-Tirmidzi dari Abu Hurairah]

Sebagaimana yang disangkakan sebagian kalangan. Sebab, dua transaksi dalam satu transaksi atau dua jual beli dalam satu jual beli yang dilarang, adalah jika ada kesamaran di dalamnya, di mana ketika penjual dan pembeli berpisah, belum ada kata sepakat yang pasti tentang harga atau barang yang dijual. Adapun penjualan sejumlah item dalam satu kali transaksi, jika masing-masing produk jelas harganya, dan harga total barang secara keseluruhan juga jelas, termasuk jika ada bonus di dalamnya juga jelas, maka ini adalah jual beli yang sah.
 16. Marketing plan harus jelas, jujur, dan transparan. Downline tidak boleh dirugikan upline dalam bentuk apa pun. Sekiranya upline mendapatkan bagian keuntungan dari transaksi yang dilakukan downline, maka itu harus jelas aturannya. Dan ini sah. Sebab, salah satu manfaat dari bisnis adalah adanya selisih keuntungan yang didapatkan seseorang dari orang lain yang menjualkan barangnya. Selain itu, dalam hubungannya dengan bisnis MLM, apa yang didapatkan upline dari downlinenya, sebenarnya tidak lepas dari usaha si upline itu sendiri dalam mencari downline dan menjual produk. Akan tetapi, apabila ada yang dirugikan dalam masalah pembagian keuntungan ini, misal bagian upline terlalu besar, sementara downline yang menjual justru mendapatkan bagian yang kecil, atau keuntungan yang diambil pemilik usaha kelewat besar sedangkan keuntungan member sangat kecil; maka bisnis ini bisa menjadi haram, karena ada yang dirugikan.
Dalam hadits disebutkan,
لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ .
“Tidak boleh merugikan dan dirugikan.” [HR. Ibnu Majah Dari Ubadah bin Ash-Shamit]

 17. Tidak boleh memaksa downline untuk mengejar target penjualan harus sekian dan sekian, di mana jika target tidak tercapai ada pengurangan poin atau ada hak member yang dikurangi. Idealnya, pencapaian target adalah semacam motivasi, di mana jika target penjualan tercapai, maka member akan mendapatkan sejumlah bonus atau reward tertentu. Namun jika tidak tercapai, tidak boleh ada pengurangan hak sama sekali. Sebab, tidak sah jual beli yang ada unsur keterpaksaan di dalamnya. Jual beli harus didasarkan saling ridha.

 18. Tidak boleh mengekspoitasi hubungan kekeluargaan, kekerabatan, dan pertemanan dalam menjual produk. Sebab, selain hal ini bisa merusak hubungan persaudaraan, juga bisa merusak keabsahan jual beli itu sendiri. Jadi, harus dipastikan bahwa pembeli membeli produk dikarenakan manfaat produknya. Dan, calon downline menjadi downline juga dikarenakan ketertarikan dan minat yang tulus untuk bergabung; tertarik pada sistem dan produknya, serta berminat untuk menjadi seperti yang dijanjikan jika berhasil (janji yang rasional dan tidak berlebihan).

 Jadi, Bu Aliya yang baik, jika bisnis MLM yang ditawarkan kepada ibu itu lebih mengutamakan mencari downline, yang berarti sistemnya adalah member get member, di mana keuntungan didapatkan karena uang pendaftaran downline, bukan produk yang dijual, maka ini haram hukumnya. Begitu pula dengan jenis MLM yang lain, apa pun nama dan produknya, jika memenuhi kriteria kehalalan di atas, insya Allah ia halal. Namun, jika yang terjadi adalah sebaliknya, maka dikhawatirkan ia masuk kategori syubhat yang bisa menjerumuskan kepada keharaman. Wallahu a’lamu bish-shawab.

 Wassalamu’alaikum wr. wb.
 Dijawab oleh: Abduh Zulfidar Akaha*
Lulusan Al-Azhar, Kairo 

===========
Alhamdulillah bisnis saya nggak masuk kategori haram. Intip bisnis saya di sini. Atau daftar di sini untuk mendapatkan info-info. Peluang emas sayang dong dilewatkan ;)

Bisnis MLM Menurut Pak Safir Senduk


 Saya bukan orang yang anti 'MultiLevel Marketing' walau saya pernah kecewa ketika ikut sebuah multilevel company. Saya, hanya nggak yakin apa saya mampu menjalankan bisnis Multilevel mengingat saya ini orangnya nggak pandai bicara, nggak punya banyak teman, nggak pandai membuka percakapan sama orang yg nggak saya kenal!!

Tapi, itu dulu...

Ketika saya bergabung di multilevel Oriflame di bawah wadah BOSS Family, semua keraguan saya hilang. Karena, di BOSS Family saya diajarkan cara mengembangkan diri, cara memulai bisnis ini, saya di bimbing oleh Director saya mulai A sampai Z. Dam, dengan rendah hati saya menyerap semua ilmu teman2 yang sudah lebih dulu sukses.
Ngak perlu tahunan untuk dapat membuktikan itu, saya hanya butuh sebulan untuk bisa membuktikan kalau saya mampu merubah self image yang sudah saya berikan pada diri saya sendiri "saya ini orangnya nggak pandai bicara, nggak punya banyak teman, nggak pandai membuka percakapan sama orang yg nggak saya kenal". Saya coba tanamkan di otak saya kalau saya bisa karena biasa!!
Teman, kali ini saya ingin berbagi artikel menarik tentang bisnis Multilevel yang dijabarkan oleh financial planer Pak Safir Senduk. Semoga artikel ini bisa membuat teman2 sekalian melihat sisi lain dari bisnis Multilevel, betapa bisnis Multilevel itu bukanlah hal yang menakutkan untuk di jalani, untuk dicoba.... !! berikut ini saya copas dari tabloid.NOVA



*******************



Pak Safir yang terhormat,


Saya seorang ibu rumah tangga. Saya baru saja membaca tulisan Bapak tentang bisnis jaringan pemasaran, dan saya sangat tertarik sekali membacanya. Tapi kok, saya sering melihat ada banyak teman saya gagal menjalankan bisnis seperti itu. Saya juga berpikir, apakah saya bisa menjalankan bisnis seperti itu? Bisnisnya sih menarik, tapi ini lho, waktunya. Sebagai ibu rumah tangga yang punya dua anak yang masih kecil, apa saya bisa menjalankan bisnis seperti yang Bapak ceritakan?

Terus ada satu lagi. Ketika saya menunjukkan artikel Bapak kepada suami saya, dia mengatakan bahwa bisnis seperti itu bagus, tapi bisnis itu hanya biasa dijalankan oleh orang-orang dari kalangan ekonomi tertentu saja. Mungkin karena suami saya merasa bahwa dia sudah berkecukupan barangkali ya? Saya sendiri cukup tersinggung mendengarnya. Memang sih, sampai saat ini kami sekeluarga hidup berkecukupan. Tapi apa salahnya kami menjalankan bisnis itu? Sepanjang itu halal enggak apa-apa kan Pak Safir?

Mohon tanggapannya dan terima kasih banyak. Mudah-mudahan Pak Safir bisa terus memberikan informasi tentang bisnis-bisnis seperti ini sehingga orang seperti

saya bisa semakin terbuka pikirannya tentang adanya peluang-peluang untuk bisa

mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

N di Jakarta

JAWABAN :

Ibu N di Jakarta,

Senang sekali saya bisa mendapatkan surat dari Anda. Sebetulnya, kalau bicara apakah bisnis jaringan pemasaran itu bagus atau tidak, jawabannya jelas, bisnis itu bagus sekali. Bagus dalam arti bahwa potensi penghasilannya bisa sangat tidak terbatas, sampai bagus dalam arti bahwa bisnis tersebut bisa membantu mengubah sikap dan kepribadian seseorang menjadi lebih baik.

Namun demikian, walaupun banyak orang sudah tahu bahwa bisnis seperti itu bagus, masih saja ada mitos-mitos hal yang menghambat mereka untuk menekuninya. Di bawah ini saya akan menjelaskan beberapa di antaranya, dan bagaimana tanggapan saya terhadap keberatan-keberatan tersebut.
1. Banyak orang yang tidak berhasil dalam bisnis ini
Betul. Banyak orang yang gagal dalam menjalankan bisnis ini, tapi hal ini juga terjadi pada berbagai bidang bisnis lain. Buktinya, banyak juga kok orang yang berhasil menjalankan bisnis jaringan pemasaran. Masuknya Anda dalam bisnis jaringan pemasaran bukan berarti bahwa itu merupakan jaminan keberhasilan. Anda hanya bisa berhasil dalam bisnis seperti ini kalau Anda bekerja. Masalahnya, banyak orang yang masuk ke bisnis ini mengharapkan bahwa mereka bisa berhasil tanpa perlu bekerja. Itu jelas mustahil.
Jadi, ketidakberhasilan juga terdapat di bisnis apa pun. Kalau Anda mau melihatapakah ada orang yang sudah berhasil dalam menjalankan bisnis jaringan pemasaran, ada banyak pertemuan atau acara-acara yang diadakan oleh para kelompok distributor yang sudah berhasil yang bisa Anda hadiri. Di sana Anda bisa melihat contoh dari orang-orang yang sudah berhasil. 

2. Bisnisnya bagus, tapi bukan untuk orang seperti saya
Itu namanya gengsi. Biasanya ada dua macam hal yang menyebabkan orang merasa gengsi dalam melihat peluang bisnis jaringan pemasaran. Gengsi yang pertama adalah karena bisnis jaringan pemasaran melibatkan penjualan secara langsung (direct selling), sehingga banyak orang merasa gengsi dalam menjual. Menjual dianggap tidak lebih bergengsi dibanding membeli, karena bagi sebagian orang, kegiatan menjual menunjukkan bahwa Anda tidak punya uang, sedangkan kegiatan membeli dianggap jauh lebih bergengsi karena membeli menunjukkan bahwa Anda punya uang.

Boleh-boleh saja kalau seseorang merasa gengsi melakukan kegiatan menjual dan lebih suka membeli saja. Tapi apa yang terjadi kalau Anda terus menerus membeli? Lama-lama uang Anda habis kan? Jadi, seseorang harus menjual untuk bisa mendapatkan sesuatu agar kelak dia bisa terus hidup dan membiayai pengeluaran-pengeluarannya.

Perlu diingat, semua orang hidup dari menjual sesuatu. Seorang dokter menjual jasa kedokteran kepada pasiennya. Seorang karyawan menjual keahliannya kepada perusahaan tempat dia bekerja. Malah pernah ada pepatah yang mengatakan bahwa pada prinsipnya hanya ada dua profesi di dunia ini, yaitu penjual dan pembeli. Penjual menjual sesuatu dan mendapatkan kompensasi berupa uang, sedangkan pembeli mengeluarkan uang untuk mendapatkan sesuatu. Anda pilih yang mana? 

3. Saya sibuk dan tidak punya waktu
Kalau Anda datang ke acara-acara yang diadakan oleh para distributor dari perusahaan jaringan pemasaran, Anda bisa melihat bahwa kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang juga bekerja di tempat lain dan sangat sibuk. Beberapa di antara mereka malah memiliki jabatan yang cukup baik di perusahaan tempat mereka bekerja. Ada yang manajer, ada yang direktur, ada profesional, dan banyak lagi. Kebanyakan di antara mereka memang menjalankan bisnis ini secara part time atau sambilan, tetapi dengan kadar keseriusan yang sama seperti kalau mereka bekerja di kantor mereka.

Saya seringi melihat bahwa orang yang mengatakan bahwa mereka sibuk, sebetulnya mereka bukannya sibuk, tapi tidak bisa mengatur waktu dengan baik dan tidak melakukan prioritas kegiatan secara benar. Kalau Anda menganggap bisnis jaringan pemasaran adalah bisnis yang bagus, bahkan bisa memberikan semacam royalti kepada anak cucu Anda, maka Anda pasti akan memprioritaskan waktu Anda untuk bisa menjalankannya, walaupun dengan waktu yang sedikit tiap harinya.

Jadi, tidak ada orang yang terlalu sibuk untuk tidak menjalankan bisnis ini. Yang ada adalah orang yang tidak bisa memprioritaskan waktu kerjanya dengan baik. 

4. Ini bisnis piramid, yang masuk duluan pasti penghasilannya lebih besar daripada yang masuk belakangan.
Berdasarkan pengamatan saya, ini bukan bisnis piramid. Kalau Anda masuk di tahun 2010 misalnya, Anda punya kemungkinan berhasil yang sama besar kalau Anda masuk sekarang. Banyak orang menjalankan bisnis ini baru dua tahun lalu sudah bisa berhasil dan mendapatkan penghasilan yang cukup besar, padahal banyak yang belum berhasil walaupun sudah masuk lebih dulu. Jadi, ini bukan bisnis piramid. Mau lihat buktinya? Datang ke acara-acaranya. 

5. Saya tidak berbakat menjual dan karena itu tidak bisa menjual
Seperti yang pernah saya tuliskan dalam nomor-nomor yang lalu, Anda tidak perlu punya bakat dan keahlian dalam menjual untuk bisa menjalankan bisnis jaringan pemasaran. Ini karena dalam bisnis jaringan pemasaran, Anda tidak disarankanuntuk fokus kepada kegiatan menjual, tetapi lebih kepada menjual sedikit, dan membangun jaringan orang-orang yang juga menjual sedikit.

Sistem yang sudah berhasil bahkan menyarankan agar Anda melakukan presentasi bisnis kepada orang-orang yang sudah Anda kenal, dan dari situ, bila mereka tertarik, mereka akan bergabung dibawah pensponsoran Anda.

Bila mereka tidak tertarik, bisa Anda berikan Brosur Produk dan Daftar Harga untuk selanjutnya Anda layani kebutuhan mereka setiap bulannya akan barang dan jasa Anda. Di situlah Anda tidak perlu punya keahlian menjual. Bahkan kalau Anda juga memakai produknya, Anda bisa dengan mudah menceritakan kelebihan produk tersebut dan menjadi pemakai produk. Bukan berarti menambah pengeluaran, tapi Anda hanya sekadar mengganti merk produk yang biasa Anda pakai di rumah.

Itu saja tanggapan saya Ibu N. Mudah-mudahan sukses selalu menyertai Anda. Selamat menjalankan bisnis jaringan pemasaran.

Konsultan: Safir Senduk/Dok. NOVA 
_____
Intip bisnis luar biasa saya seperti yang dibilang Pak Safir di sini. Atau daftar di sini untuk mendapatkan info-info. Peluang emas sayang dong dilewatkan ;)

28.6.11

Take it or Leave it

"Mbak, ngapain sih kamu capek2an ngerjain Oriflame. Pendidikan tinggi... skill tinggi ...kok gak gengsi sih?"



"Mbak, duh saya males deh ngurusin oriflame. Abis ditolak melulu, belum ngurusin stok kosong, donlen komplen. Kayak nggak ada hidup lain aja"



"Mbak, knapa sih oriflame stoknya kosong melulu? nyusahin aja, mau naik level jadi susah"



"Mbak, aku gak mau oriflame-an lagi ah, sulit dan aku malah jadi gak punya temen, semua temen udah jauhin aku gara2 aku pemain MLM oriflame"



Ini, itu, ini, itu.



Ditolak donlen - saya pernah

Ribet ngurusin stok kosong - saya juga ngalamin

Ditinggal donlen gak mau oriflame lagi - pernah, dan gak masalah buat saya

Level Director tapi bonus drop cuma 1,5 juta - saya pernah

Dimaki-maki orang karena barang nggak nyampe - pernah banget

Donlen nyerah - iya pernah

Donlen gak mau ngurus jaringan - sering

Donlen gak muncul training - udah biasa



trus...kenapa saya bertahan ya?



Saat semua kesulitan itu ada di depan mata, semua orang dihadapkan pada 2 pilihan:



TAKE IT or LEAVE IT



Ambil atau tinggalkan



Setiap saya menemui kesulitan, saya memutuskan untuk selalu TAKE IT, walau di masa-masa down itu saya selalu merasa ingin untuk bisa "LEAVE IT"



Pilihan saya kalau saya LEAVE IT:



- Hidup nyaman layaknya orang lain, pergi pagi pulang malam gaji ditransfer tiap bulan

- hidup nyaman normal seperti orang lain yang pergi liburan di sabtu minggu dan bekerja hanya untuk kerja weekend

- hidup cuma dari gaji suami tanpa punya kekuatan saat orang tua saya butuh uang

- nggak lagi jadi bau busuk setiap kali ngumpul sama teman karena mereka takut diprospek

- nggak lagi puyeng diomelin donlen saat komplen

- nggak lagi puyeng mikirin donlen yang belum WP, BC, dll

- nggak lagi kudu ngadepin suami yang ngomel kalo kebanyakan pergi

- nggak punya pilihan sekolah anak saya saat universitas mau sekolah di luar negeri

- nggak punya uang saat harus mengeluarkan uang banyak untuk biaya pengobatan salah satu sanak keluarga

- selalu akan pusing saat sembako naik dan gak tega minta sama suami

- akan merasa panik tiap kali kantor suami ada gelagat mau bangkrut



Pilihan saya saat TAKE IT

- Saya ingat bahwa saya donlen yang sudah mau untuk dibantu oleh saya saat mereka mendaftar jadi member

- saya ingat bahwa saya merekrut mereka dan mereka mengharapkan mereka bisa mendapatkan uang tambahan dari oriflame

- saya ingat bahwa mereka itu adalah amanah yang dititipkan oleh Allam untuk saya menjadi upline dan leader yang bertanggung jawab

- saya ingat bahwa saat Cash Award di transfer, akan begitu banyak senyum lebar anak-anak asuh yang saya biayai sekolahnya

- saya ingat bahwa anak-anak saya akan sangat gembira saat mereka pergi memilih sendiri mainan yang mereka mau saat ulang tahun

- saya ingat bahwa saya akan sangat bahagia saya bisa menyisihkan tabungan saya saat keluarga membutuhkan tanpa nodong suami

- saya akan sangat bahagia saat seseorang memeluk saya dan berkata: "Terima kasih mbak Sotya, cannot do without you" karena bonusnya melonjak 3x lipat

- saya akan sangat bahagia melihat donlen saya dengan bangga naik ke atas panggung dan menceritakan keberhasilan mereka

- saya akan sangat bangga kalau anak saya bisa bersekolah di sekolah yang mereka mau

- saya akan sangat bangga jika saya nanti menyerahkan kunci mobil gratis dari oriflame kepada ibu saya

- saya akan sangat bangga kalau saya bisa menyerahkan buku rekening tabungan haji kepada orang tua saya: "Mama, Papa, ini untuk kalian"

- saya akan sangat bahagia kalau saya tidak usah memilih hotel butut untuk liburan dengan anak-anak saya

- saya akan sangat bahagia kalau bisa nggak naik pesawat yang selalu delay saat pergi liburan dengan anak-anak saya

- saya akan sangat bahagia bisa membantu saudara saya saat mereka membutuhkan uang

- saya akan sangat bahagia saya bisa membuat orang lain merasakan kebahagiaan saya saat mereka juga punya uang untuk membahagiakan keluarga



dan rasanya...masih banyak kebahagiaan yang tidak cukup saya tuliskan saat saya mengambil pilihan TAKE IT



Jadi...kalau Anda masih bingung, TAKE IT or LEAVE IT...segeralah ambil keputusan.



Saat memilih TAKE IT, TAKE IT SERIOUSLY, karena:

- Oriflame itu bukan bisnis iseng-iseng

- Oriflame itu bukan bisnis ecek ecek

- Oriflame itu jalan Anda untuk membantu orang lain



Ingatlah bahwa saat Anda merekrut seseorang, saat itulah kewajiban Anda untuk bisa menjadi upline, menjadi seorang leader bagi mereka itu dimulai. Mereka menaruh harapan. Mereka harus dibina. Dan hanya dengan membantu mereka Anda bisa berada diatas.



Bisnis Oriflame ini bisnis yang luar biasa buat saya. Kalau Anda masih berpikiran ini hanya sekedar untuk mengisi waktu luang, segeralah mengambil tindakan:



TAKE IT or LEAVE IT



TAKE IT dengan semua konsekuensi dan keuntungan

LEAVE IT BEHIND dan nikmati hidup yang sekarang sudah Anda punyai, dan tetaplah berpikiran positif



Go PResident!

==========
Intip bisnis luar biasa saya di sini. Atau daftar di sini untuk mendapatkan info-info. Peluang emas sayang dong dilewatkan ;)

16.4.11

Integrity, Please!

Malam itu saya pulang agak santai, karena Jumat malam adalah weekend. Yah memang karena jalannya santai sih ya... saya ketinggalan kereta hehe. Tak lama announcer stasiun sambil menyek-menyek mengabarkan bahwa kereta dibatalkan. Artinya saya harus menunggu 30 menit lagi minimal untuk mendapatkan krl menuju Depok. Lagu basi! Jadi saya duduk di pinggiran  peron, di sebelah pedagang sendal yang sedang menawarkan barangnya ke orang-orang di depan saya. Sekilas saya mendengar dia bilang "lima belas ribu".

"Berapa Bang satu? Lima belas ribu?"

Abang itu nyengir. Temannya tertawa-tawa. Saya tidak mengerti. Si abang senyum-senyum.

"Ya udah bu, lima belas ribu tuh, murah," kata temannya.

Saya menimang-nimang sendal jepit kecil. Dari kemarin saya memang niat membelikan sendal jepit kecil untuk si Baby yang udah main sana sini. Dan saya tahu, sandal seperti itu di mal harganya dua puluh lima ribu. Saya keluarkan uang dua puluh ribu.

Si abang dengan kalem menerima sambil bilang, "Harganya satu delapan ribu, Bu. Kalau dua lima belas ribu."

Temannya tertawa dan mencandai saya, "Nggak boleh ditarik lagi bu, ucapannya. Lima belas ribu kan?"

Saya ikut tertawa. Yah, lumayan banget kan sandal cuma delapan ribu. Tapi saya terkesan dan senang dengan kejujuran si Abang. Jadi, saya bilang, "Ya udah lempengin sepuluh ribu deh gpp. Buat beli keripik."

"Bener nih mbak?" kata si Abang.

Saya tersenyum dan mengangguk. Cuma dua ribu, sedekah nggak ada apa-apanya.

Setelah obrolan khas stasiun, sekian menit kemudian saya sudah turun dari kereta, berada di atas angkot menuju Kelapa Dua. Sebelum perempatan saya turun, menyerahkan uang lima ribu rupiah kepada supir. Dengan santai dia tancap gas setelah mengembalikan kembalian. Dua ribu lima ratus. Dia mengutip lima ratus perak dari biasanya (saya bilang biasanya, bukan seharusnya, you know lah mana ada tarif fix yang jelas untuk angkot). Hanya lima ratus perak dia bawa kabur! Tapi itu sukses membuat saya sebal!

Kadang ... sesuatu yang membuat kita tidak ikhlas bukan karena jumlahnya, tetapi dengan cara apa jumlah itu keluar. 

Hari itu saya belajar tentang apa itu hak, dan bagaimana menunaikan sebaik-baiknya, sesuai proporsi. Juga tentang berlaku jujur meski kondisi sangat mendukung kita untuk memanipulasi. Supaya saya kelak berhati-hati menjaga agar tidak ada hati yang tersakiti, tidak ada yang dirugikan, dan bersikap bukan karena orang melihat kita, tetapi karena kita bertanggung jawab di hadapan Tuhan.

13.4.11

My April Not Mop!

BOP @Balai Sarbini, Apr 5th 2011
Bulan April ini perjalanan saya bersama Oriflame benar-benar full charged. Wiken pertama April, nongkrong di Balai Sarbini untuk BOP. Di acara yang diadakan setiap bulan oleh BOSS family ini, ditampilkan new achiever atau para member yang berhasil melakukan pencapaian di bulan kemarinnya. Bulan ini saya berhasil mencapai level 9%. Transferan sudah mulai masuk doong *senaaang*. Jadi BOP April, saya maju dong ke panggung. Wih itu banyak bener orang yang berhasil naik level. Bukti bahwa bisnis ini nggak sulit. Dan Oriflame nggak pelit kasih penghargaan ke konsultan yang mau bekerja, sekecil apa pun. belum sampai ke tingkat level terkecil pun, kita tetap diberi hadiah jika lolos kualifikasi sebagai anggota baru.

Saya dan Mom Shrie, stay home mom dengan penghasilan Maret '11 sebesar 11,5jt/ bulan. Haiyyaaaahhh!
Hari itu (Sabtu/2/04/11) benar-benar ampuuun deh hectic. Karena setelah antri utk order barang di Oriflame Pusat, di Gedung Standard Chartered, Sudiman, saya harus lari ke Setiabudi untuk antar anak-anak ke rumah ortu, abis itu ngabur lagi ke Balai Sarbini. Belum selesai acara tiba-tiba Bang Iman dan Bang Hakim telepon untuk ketemuan ngurus kerjaan lain. Ngacirlah lagi ke Starbucks Plangi. Abis itu suami telepon karena mendadak si baby kumat asmanya. Ngacirrr lagiiiii. Hadeuuuhhhh. Capek tapi senang karena akhirnya semua berakhir dengan menyenangkan!

Antrian ambil barang di Oriflame Sudirman. Jual produk Oriflame susah?? NO! NO! BIG NO! Salah besaar! Liat tuh antrian orang. Pada mau beli barang Oriflame tuh, bukan mau berobat ke dukun!
Adek dan Kakak senang main di kolong meja, sementara bundanya antri di kasir
Minggu, 10/04/11 Kembali ke Oriflame Sudirman untuk charging ilmu. Maraton. Oriflame Opportunity Meeting pagi, sekalian recognisi lagi khusus grupnya Mbak Sotya. Lanjut training siangnya. Isi peluru.
Oriflame Oppotunity Meeting. Ian Hamzah my friend in crime, in level 3%

Oriflame Opportunity Meeting. Saya, recognisi level 9%
 Hanya bergerak 2 bulan, saya bisa mencapai posisi level 9%. Bonus sudah mulai ditransfer. Bisnis ini real, terpercaya dan mudah. Bisnis murah, modal kecil.
With Mbak Ari, Nyonya Ustadz Abduh Zulfidar, baru gabung Maret ini langsung level 3%. Ganciiiil kata mbak Ari.
Oriflame Opportunity Meeting MInggu, 10/4/11 kemarin itu dibuka oleh Andreas dengan pertanyaan ini ... IS MY LIFE THE WAY I WANT IT TO BE? Banyak orang bekerja kantoran dengan terpaksa, karena butuh uang. Sementara banyak hal yang tidak sesuai dengan dirinya; entah antara passion dan bidang pekerjaan tidak cocok, atau perusahaan tempat ia bekerja peliiit nggak ketulungan, atau bosnya galaaaak bener, atau karena si istri kasiaaan lihat suaminya udah bengek kerja keras banting tulang sendirian tapi gaji cukup cuma untuk gali lobang tutup lobang, atau sebel kenapa kerja harus masuk jam 8 pagi, pulang jam 5 sore, begituuuu terus ampe bengek. Oriflame memberikan kita peluang untuk keluar dari jawaban NO dari pertanyaan itu. Karena di Oriflame, kerja fleksibel, bisa sambilan, bisa sambil ngangkat kaki, bisa sambil masak, sambil tidur-tiduran. Bebas! Mau kejar target hayuk, kagak ya gpp, tp sayaaang. Jarang tuh member yang nyia-nyiain kesempatan yang selalu bagus dari Oriflame. Bonus jutaan boleh, gratis jalan-jalan ke Bali hayuk, ke Stockholm hayuk, ke Paris hayuuuk laaah.

Presentasi Andreas Backman, Area Sales Manager Oriflame Jabotabek-Bandung
Andreas Backman Mika, manager serba bisa, presenting Leadership Training
Leadership training sama Mr. Andreas Backman Mika adalah training kepimpinan yang paling berkesan dalam hidup saya. Konsep saya tentang sosok seorang pemimpin segera berubah setelah ikut trainingnya. Fabulous! Jika kamu mau tahu apakah kamu bisa jadi pemimpin , cobalah bertamya kepada diri sendiri, "Would I follow me?" Seorang pemimpin adalah  yang bisa menjadi contoh, bukan hanya tukang suruh dan tukang tunjuk.
Jangan bayangin training itu duduk manis dan ngantuk yah. Ini mah kita sibuk cekikikan. Sibuk bengong. Sibuk nangis bombay saya mah. Temen saya Mbak Ari nyeletuk spontan, "Ini menejer, apa mister Bean yak?" Hebatnya lagi, kami ikut training ini hanya bayar 10 rebu sajah sodara-sodara! Cuma seharga sekali makan siang nasi padang! Padahal yang isi trainingnya seorang menejer marketing kelas Internasional yang sudah berkali-kali pindah tugas di negara berbeda.

Nah kalau yang ini, kelas umum BOSS family nih. Biar tambah pinterrrrr!
Kelas BOSS Family, tiap hari Sabtu di Oriflame Sudirman. Sampe luber-luber pada berdiri tuh. Setiap bulan ada kelas BOSS Family di kota-kota besar lho
Ohya, BOSS Family adalah sekumpulan konsultan Oriflame yang berada dalam satu grup berkarakter optimis, sukses, dan stabil. Jago online jago offline. The fastest growing group di Oriflame, kata Andreas. So, pastikan kamu gabungnya cuma di grup ini yaak hehe. Kalau hobi nulungin orang, pasti berhasil deh di bisnis ini.

Sekian laporan bulan ini. Pastilah ada cerita lainnya yang seru-seru dan fun2 ajaaahh. Puyeng2 mah capres deeeyh! Jangan dibikin susah ahhh. Happy-happy aja yuuuks.
 
______
Intip bisnis luar biasa saya di sini. Atau submit di sini untuk mendapatkan info-info.

30.3.11

Pekerjaan Favorit, Banyak Duit

Tercatat di tahun 2009, ada 6 posisi yang dikejar-kejar orang segambreng karena bayarannya yang tidak kecil. ini kelihatannya juga masih menjanjikan di tahun 2010 bahkan 2011. Simak Yuk...!

Di posisi 1 terdapat 3D/Animation Artist. Media massa makin beragam. Berbagai terobosan diperlukan untuk memenangkan persaingan di bidang media. Salah satunya dengan menggunakan media animasi yang memang terlihat dinamis dan menarik. Untuk memenuhi permintaan itu, tentu tenaga animator sangat diperlukan.

Di posisi 2 ditempati oleh Financial Planner alias perencana keuangan. Hm... Mereka makin dibutuhkan karena kelihatannya makin banyak orang kaya yang memerlukan pengelolaan terbaik untuk keuangan mereka ;) 
Posisi ke-3 ditempati oleh profesi Headhunter. Ah... profesi satu ini makin diperlukan untuk membidik kandidat terbaik yang bisa berkarya dengan kemampuan terbaik pula di berbagai perusahaan. Untuk menjadi headhunter tentu diperlukan pendidikan dan keahlian khusus.

Di posisi ke-4 adalah Guru di sekolah nasional plus atau internasional plus. Di era global tentu diperlukan sumber daya manusia berkualitas yang sanggup mengatasi tantangan zaman, dan itu tidak terjadi dengan sendirinya. Pendidikan dari tingkat dasar, menengah hingga atas diperlukan untuk itu, dan tentu saja sumber daya guru yang berkualitas pun menjadi satu tuntutan.

Posisi 5 ditempati oleh para Project Officer NGO. Kembali, tuntutan era gloal mengharuskan para project officer ini melakukan kontak dengan pihak-pihak non-pemerintah, dan kebanyakan adalah tenaga asing. Tentunya, keahlian khusus pun diperlukan di sini.

Di posisi 6, nah... ini dia. Bahasa keren dari profesi ini adalah Network Marketing Franchise, Ya... penggiat bisnis MLM seperti saya-lah... Ini jadi profesi yang diminati karena jam kerjanya yang fleksibel, modalnya kecil, dengan peluang untuk mengembangkan network seluas-luasnya, dapat dilakukan secara offline, face to face, ataupun online. Yang terakhir ini nggak perlu modal pinter-pinter amat deh. Nggak perlu ijazah khusus pula. Hanya kekuatan yang silaturahmi akan membangun sinergi.  Ini bisnis idaman banget deh.

Dan bisnis Oriflame bisa banget dijalankan dengan cara ini. Sebagai konsultan Oriflame mandiri, saya senang bahwa saya berada di track yang tepat. Dan profesi ini masih jadi profesi yang menjanjikan di tahun-tahun ke depan. Nah, bukan bisnis ecek-ecek kan? Apalagi perusahaannya kelas Internasional nih. 

Btw, posisi top 6 ini adalah bisnis sampingan saya. lho. Pengennya sih di posisi nomer satu tuh yang utamanya. Bismillah aja bisa, ya! Ubek-ubek deh potensi diri sampai nggak terbataaaaas.

______
Intip bisnis luar biasa saya di sini. Atau daftar di sini untuk mendapatkan info-info. Peluang emas sayang dong dilewatkan ;)