Tampilkan postingan dengan label emas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label emas. Tampilkan semua postingan

20.2.11

Tips Membeli dan Menjual Emas

Sebelumnya saya sudah pernah bahas tentang emas sebagai investasi dan cara menabung yang cerdas untuk tujuan-tujuan jangka panjang, misalnya pendidikan atau ongkos naik haji ke tanah suci. Untuk tujuan investasi dengan sistem kredit, silakan intip tips-nya di sini. Saya juga pernah bahas tentang waktu yang paling tepat membeli emas.

Emas lantakan dibeli oleh toko emas
Nah, berikut ini tips saat kamu sudah benar-benar siap uang untuk membeli emas. Simak ya ...

1. Tentukan tujuan kamu membeli emas.
Sebelum membeli emas, tentukan dahulu tujuan kamu. Apabila kamu menginginkan untuk berinvestasi atau rencana masa depan, misalnya untuk ongkos naik haji, pilih emas lantakan atau koin. Karena nilai intrinsiknya yang relatif besar. Kalau untuk perhiasan sekaligus tabungan, maka kamu perlu memilih emas yang memiliki kadar yang tinggi. Untuk menjaga kemilau emas perhiasan tersebut, dan nilai jualnya yang relatif lebih tinggi.

2. Mencari informasi harga emas hari ini.
Harga emas selalu berbeda setiap harinya. PT. Antam bahkan mengumumkan harga emas dua kali dalam sehari. Harga emas yang diumumkan oleh PT. Antam itulah yang menjadi patokan harga emas Nasional. Jadi, jika ingin membeli emas, kamu harus tahu harga emas hari itu. Intip di sini untuk harga emas paling up-date. Kamu juga bisa oba cek harga emas internasional di sini, kemudian dikonversikan ke rupiah/gram.

3. Tentukan tempat membeli emas.
Dalam membeli emas, adalah hal yang sangat penting untuk anda menentukan tempat membeli yang baik. Usahakan hanya membeli emas di toko yang memiliki reputasi yang jelas dan terbaik di suatu tempat. Hal ini akan memberikan rasa lebih aman dan kualitas emas yang lebih baik. Perhatikan juga harga jual kembali toko tersebut, usahakan ada membeli di toko yang menerima emas dengan harga sekarang, bukan harga emas sewaktu kita membeli. Jangan sampe kelewat dodol ya, mau aja dibeli emasnya dengan harga sama dengan harga yang tercantum di surat. Rekomendasi saya di PT Antam atau Pegadaian. Terjamin dan bersertifikat.

Emas lantakan (fine gold) yang dijual oleh Logam Mulia, anak perusahaan PT. Antam

4. Simpan kuitansi dan sertifikat emas dengan baik.
Sangat penting menyimpan kuitansi pembelian dan sertifikat dengan baik. Seringkali harga emas kita jatuh, karena surat-surat penting itu hilang. Hal ini dikarenakan emas di Indonesia memang belum standar, sehingga muasal emas itu dibeli menjadi penting sebagai referensi kualitas emas milikmu. Simpanlah dengan baik dokumen-dokumen tersebut, sebagaimana kamu menyimpan emas itu sendiri. Tempatkan dalam satu plastik bersama dengan emasnya, segel dengan steples atau perekat lainnya.
Emas perhiasan hasil lelang Pegadaian
5. Menyimpan emas dengan baik dan aman
Kamu perlu menyimpan emas kamu dengan baik. Semua orang tahu kalau emas adalah barang yang berharga. Kalau emas anda tidak terlalu banyak, kamu dapat menyimpan dirumah dan di tempat yang aman, simpanlah dalam kotak atau brankas yang tidak semua orang dapat mengambil atau mengaksesnya. Brankas kecil bisa dibeli di ritel hanya dengan harga 400 ribuan. Kalau emas kamu banyak, atau batangan 1kg ke atas, maka perlu dibagi ke saya ... eh, maksudnya ... perlu disimpan di save deposit bos di bank ;). Sewalah untuk waktu tertentu. Kamu dapat menghubungi bank yang menyediakan jasa tersebut dan menanyakan bagaimana mekanismenya. Biaya bank deposit tidak terlalu mahal, dan berbeda-beda bank satu dengan yang lainnya.

6. Mencari penawaran terbaik saat menjual
Bagian penting dari berinvestasi emas adalah bagaimana kamu menjual emas itu kembali nantinya. Yang pertama kali harus kamu lakukan adalah mencari tahu harga emas sekarang. Kemudian kamu perlu untuk mencari perbandingan di beberapa tempat toko emas untuk tahu harga penawaran yang terbaik. Seharusnya harga emas kamu dihargai dengan harga emas yang terkandung di perhiasan atau emas lantakan tersebut, dikurangi beberapa ribu sebagai keuntungan dan biaya pembuatan perhiasan yang tidak diperhitungkan oleh toko emas tersebut. Ingat ya, saat dijual kembali, biaya atau ongkos pembuatan tidak diperhitungkan. Tempat terbaik menjual emas sebenarnya adalah tempat membeli emas itu sendiri.

7. Mempertimbangkan emas sebagai jaminan
Apabila kamu memerlukan uang, dan hanya emas itu yang kamu miliki, ada pilihan lain selain menjual emas itu di toko emas atau yang lainnya. Anda dapat menjaminkan emas itu di penggadaian. Ya, emas akan dengan mudah diterima sebagai jaminan di penggadaian. Setelah anda memiliki dana, anda dapat menebus emas anda kembali. mengapa lebih baik menggadaikan, bukan menjual? Karena untuk membeli kembali emas seharga emas yang kamu jual, pasti kamu perlu merogoh kocek lebih dalam lagi. Belum tentu, bisa kebeli lagi emas segitu, gitu lho.

Nah, jika kamu ingin membeli emas secara kredit, bisa lihat artikelnya di sini ya.

Oke, selamat membeli emas ya. Jangan lupa sedekahnya ....


12.2.11

Waktu Terbaik Membeli Emas

Beberapa waktu yang lalu saya pernah menulis tentang pentingnya menabung dalam bentuk koin emas dinar atau emas lantakan di sini. Sedikit saya jelaskan tentang emas sebagai investasi masa depan. Ada yang bertanya-kapan kapan waktu yang paling tepat untuk membeli emas?

emas lantakan

Pertanyaan ini adalah pertanyaan yang sering saya tanyakan pada saat saya ingin membeli emas tetapi takut rugi karena harga emas pada saat menjualnya lagi harga emas menjadi turun.

kenaikan emas dalam jangka waktu satu tahun. Naik teruuuuusssss!


Kita harus mengetahui beberapa sifat umum dari harga emas seperti:

1. Harga emas cenderung bersifat relatif sama apabila dibandingkan dengan harga komoditas. Misalnya apabila 20 tahun yang lalu, beberapa gram emas dapat dipakai membeli 1 ekor kambing, maka pada saat ini dengan jumlah gram emas yang sama dapat dipakai membeli 1 ekor kambing juga

2. Harga emas bersifat naik turun terhadap nilai mata uang (secara global, emas dinilai dengan mata uang dollar). Tetapi dapat dilihat, untuk jangka panjang, nilai mata uang menurun apabila di bandingkan dengan nilai emas.

3. Harga emas akan naik bila dibandingkan dengan nilai mata uang pada saat masyarakat mengalami resesi dan akan cenderung stabil dan menurun apabila kesejahteraan masyarakat meningkat

4. Harga emas bersifat tahan terhadap inflasi

Jadi..kapan waktu terbaik membeli emas??

Waktu terbaik membeli emas adalah ...

SEKARANG!

dan didasarkan atas tujuan investasi yang jelas.

Tujuan investasi yang saya maksud adalah seperti sebagai berikut:


1. Membeli emas sebagai uang kesehatan pensiun 30 tahun yang akan datang.
2. Membeli emas untuk pendidikan anak seperti uang muka perguruan tinggi favorit 15 tahun yang akan datang
3. Rencana naik haji 5 tahun yang akan datang, dll

Investasi emas merupakan investasi jangka panjang, untuk menabung, sehingga tujuan investasi yang sesuai adalah tujuan investasi jangka panjang seperti yang saya sebut di atas.

Kenapa membeli sekarang karena kita tidak bisa memprediksi pergerakan harga emas untuk masa-masa yang akan datang. Tetapi apabila dibandingkan dengan membelanjakan uang anda untuk benda-benda konsumtif, akan lebih baik apabila anda membelanjakan uang anda untuk benda produktif seperti emas.

Anda setuju?


Intip tips membeli dan menjual emas di sini.

_____
Intip bisnis luar biasa saya di sini.

26.1.11

Cara Menabung Cerdas dengan Emas

Saya sering berpikir. Kapaaan saya bisa pergi haji. Mengumpulkan uang 40 jutaan saja rasanya ampun-ampunan. Ketika mungkin suatu saat saya benar-benar memiliki uang sebanyak itu, sudah pasti ongkos naik haji akan naik lagi, karena rupiah pasti akan tergerus inflasi. Berharap nilai rupiah akan menguat? Ngimpi kalie yee. Jadi, kapan doooong saya boleh pergi haji?? Nah, saatnya saya berpikir lebih cermat dan cerdas dengan menabung dalam bentuk emas agar cita-cita saya bukan sekadar mimpi.

Logam Mulia atau emas mempunyai berbagai aspek yang menyentuh kebutuhan manusia disamping memiliki nilai estetis yang tinggi juga merupakan jenis investasi yang nilainya stabil, likuid, dan aman secara riil.
Banyak orang percaya emas adalah produk investasi yang bisa menangkal inflasi. Dan memang, sejarah membuktikan emas akan diborong orang apabila terjadi kepanikan yang bisa membahayakan ekonomi negara, seperti inflasi tinggi, krisis keuangan, atau perang.

Inflasi merupakan kenaikan harga barang dan jasa secara umum. Inflasi bisa menggerogoti uang Anda. Kalau asumsi inflasi 15 persen/tahun, maka harga barang & jasa yang sekarang bernilai Rp 5 juta, akan menjadi Rp 10,06 juta atau dua kali lipat pada tahun ke-6, dan Rp 15,3 juta atau tiga kali lipat pada tahun ke-9, dan seterusnya. Nggak heran ya, dulu tahun 1997 kita bayar ongkos angkos seratus perak, sekarang dua ribu rupiah. Inflasi tuh, biang keroknya. Karena itu, menabung dalam bentuk uang di bank, tidak berbeda dengan mengisi ember bocor. Ngumpul 10jt selama 10 tahun, ee cuma bisa beli gadget doang. Waaks! capres deey!

Ketika Cina diserbu Jepang pada masa Perang Dunia, rakyat Cina panik dan mereka berbondong-bondong menyerbu emas sehingga harga emas naik luar biasa. Di Indonesia, pada saat terjadi rush kebutuhan pokok di pasar swalayan pada 8 Januari 1998 (pagi hari sebelum pengumuman APBN oleh Presiden Suharto di hadapan DPR), harga emas juga langsung melonjak. Dalam selang satu dua hari saja, harga emas langsung naik kurang lebih sebanyak 1,5 kali. Dan harga tersebut, walaupun secara fluktuatif, cenderung naik terus waktu itu --sebelum akhirnya turun lagi ketika inflasi kembali berada di bawah dua digit.

Fakta membuktikan, bila terjadi inflasi tinggi, harga emas akan naik lebih tinggi daripada inflasi. Semakin tinggi inflasi, semakin tinggi kenaikan harga emas. Statistik menunjukkan bahwa bila inflasi mencapai 10 persen, maka emas akan naik 13 persen.

Investasi emas yang menurut saya cukup baik adalah investasi emas dalam bentuk batangan (emas logam mulia). Emas ini cukup baik bila dijadikan investasi, dan siapapun tak menyangkal bahwa emas batangan -berbeda dengan emas perhiasan- mudah untuk dijual kembali. Selain itu, emas batangan tidak meminta ongkos pembuatan seperti halnya emas perhiasan.

Karena itu, bila Anda ingin melakukan investasi emas, maka tak ada salahnya Anda mempertimbangkan investasi dalam bentuk emas batangan.

Lainnya adalah Koin Emas ONH (ongkos naik haji). Maksudnya, dari koin emas ini diharapkan bisa sebagai alternatif investasi bagi mereka yang ingin menabung untuk mempersiapkan biaya ibadah Haji. Penamaan ONH ini sebetulnya hanya taktik pemasaran saja. Kenyataannya, walau namanya Koin Emas ONH, tetapi investasi ini sama saja dengan investasi emas lainnya karena harga emasnya sama saja. Harganya sama dengan harga emas yang mengikuti harga mata uang asing (dolar AS), dan aman terhadap inflasi. Artinya, orang yang tidak beragama Islam sekalipun bisa berinvestasi dalam Koin Emas ONH ini karena sebetulnya investasi ini sama saja dengan investasi emas lainnya. Bahkan, penamaan ONH pada Koin Emas tersebut sebetulnya akan sangat menguntungkan pemegangnya, karena emas tersebut akan lebih memiliki positioning yang lebih baik dalam pemasarannya.

Koin Emas ONH dapat dibeli dan dijual kembali di cabang-cabang PT Pegadaian di seluruh Indonesia, toko emas, dan unit pengolahan dan pemurnian logam mulia PT Aneka Tambang Tbk. Ukurannya mulai dari berat 1, 5, dan 10 gram.


Mengapa harus Investasi dalam Bentuk Emas ?
 

1. Emas Tidak tergerus Inflasi. Jika kita perhatikan nilai emas selalu tetap sedangkan nilai uang terus menurun, jika dulu tahun 1995 uang 100 ribu dapat membeli emas 4 gram maka sekarang ini hanya terbeli 0,5 gram

2. Emas Sangat Likuid. Emas dapat diuangkan secara cepat di mana pun Anda berada. Toko emas ada di mana-mana, pembeli emas juga ada di mana-mana. Jika kita sewaktu-waktu perlu uan,g maka emas dengan cepat dapat diubah ke uang, misalnya dengan dijual atau dititipkan di Pegadaian.

3. Emas bersifat indah, tahan lama, dan tidak berkarat.

4. Emas di alam ini jumlahnya terbatas dan permintaan naik terus jadi harga emas dapat dipastikan akan terus naik.

5. Investasi Emas dapat dikelola sendiri, tidak perlu analisa dan keahlian tertentu. Saat kita punya uang kita dapat langsung membelinya.
 

Bagaimana kalau uang kita disimpan di Bank? Menyimpan uang di bank hanya mendapatkan hasil atau bunga yang kecil, kemudian dipotong pajak dan administrasi. Nilai uang selalu turun karena Inflasi, jadi uang kita yang tersimpan di bank akan habis nilainya karena Inflasi.

Investasi Emas Terbaik

Investasi emas dalam bentuk apakah yang terbaik? emas perhiasan, koin, atau emas batangan? semua mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tapi untuk tujuan investasi untuk tujuan maksimal adalah dalam bentuk emas batangan, mengapa? Menurut undang-undang perpajakan emas batangan tidak kena pajak, jadi harga lebih murah.
Emas batangan banyak dijual oleh pedagang-pedagang emas, oleh perusahaan negara. Apabila kamu tidak mengetahui cara menguji emas lebih baik membeli pada penjual yang terpercaya yaitu oleh perusahaan negara PT. Antam.

Bentuk emas yang dijual oleh logam mulia, anak perusahaan PT. Antam seperti ini, nih:

Seetifikat Logam Mulia dari PT. Antam
 


Setiap membeli emas produk Antam dilengkapi dengan sertifikat, yang menerangkan berat emas dan kadarnya. Kadar emas batangan adalah 99.99% atau 24 karat. Kepingan-kepingan yang dijual adalah dalam berat 1 gram, 2 gram, 5 gram, 10 gram, 25 gram. 50 gram 250 gram dan lain-lain.

Pengalaman saya membeli emas jenis ini adalah di Gerai Dinar dan di Pegadaian Syariah. Pegadaian Syariah malah memiliki sistem cicilan per bulan yang memudahkan kita yang kesulitan mendapatkan sejumlah uang yang besar untuk membeli emas dalam pecahan terkecilnya sekalipun.

Nah, selamat menabung cerdas!

Bahan Bacaan: Safir Senduk, Emas Sebagai Penangkal Inflasi, Detik Finance 


Simak juga postingan saya yang ini:
Investasi Emas Dinar
Tempat Beli Dinar

3.1.11

Investasi Emas Dinar

Sistem internasional memastikan hanya uang kertas saja yang dapat diterima sebagai alat pembayaran yang sah. Secarik kertas kini telah mewakili harta semua orang di dunia. Padahal, tahukah Anda bahwa uang kertas yang nota bene tanpa nilai intrinsik justru menggerus harta setiap orang. Pencetakan dan peredaran uang kertas memacu laju inflasi yang tak mampu diredam negara mana pun, bahkan negara terkaya sekalipun. Karena setiap uang kertas sudah saling terkait dalam Pasar Valas internasional --dalam kungkungan sejumlah uang kertas tertentu saja seperti dolar, euro, yen, dan puondsterling-- uang kertas justru mengancam Anda. Hanya karena keputusan pemerintah mendevaluasi uang kertasnya, atau akibat gonjang-ganjing Pasar Valas, uang Anda dapat jatuh nilainya.

Di Berlin, pada akhir tahun 1922, harga sembako membumbung tinggi mencapai 1500 kali lipat. Kemudian segera meroket melampaui satu miliar kali lipat dari harga sebelumnya. Dalam waktu satu tahun, harga sekerat roti melesat dari 2 mark menjadi (2,4 triliun mark). Rentenir menetapkan bunga 30-40% per hari. Bahkan mencapai 200% per hari dalam puncak inflasi, atau sebesar 10% per jam. Maka uang yang dipinjam pada pukul 6 pagi sebesar 100 miliar mark, harus dibayar kembali sebesar 220 miliar mark pada jam 6 sore, di hari yang sama! Wakss!!! Gimana nggak bangkrut? Itulah kejamnya sistem riba (bunga) yang mencekik. Tak heran Islam melarang umatnya memberlakukan sistem ini.

Tentu masih ingat dengan krismon 1998? Pemicunya karena depresiasi rupiah yang semula Rp 2400,- per dolar (Juli 1997) anjlok menjadi Rp 15.000,- per dolar (Mei 1998). Seketika Indonesia terpuruk menjadi negara miskin baru. Orang-orang kaya yang memiliki setumpuk rupiah tiba-tiba jatuh miskin.

Sejak tahun 1 Hijriah, setelah mendirikan Masjid Nabawi dan mempersaudarakan kaum muslimin, Rasulullah telah menetapkan takaran dan timbangan dinar dan dirham sebagai mata uang yang berlaku dalam jual beli. Pada tahun 20 H dicetaklah dinar dan dirham oleh Umar bin Khattab. Keputusan Rasulullah ini selalu sesuai digunakan sepanjang masa. Lebih dari 1400 tahun telah teruji bahwa dinar dirham tetap stabil nilainya. Mengapa? Karena nilai uang dinar dirham antara nilai intrinsik dan ekstrinsiknya tetap sama. Dinar memberikan proteksi nilai terhadap harta Anda. Kadar dinar (emas) adalah seberat 4,25 gr per satu dinar dan dirham (perak) sebesar 2,975 gr per satu dirham. Jadi jika Anda membeli 1 dinar, Anda mendapatkan 4,25 gr emas di tangan Anda. Beda sekali kan dengan sistem uang kertas yang ada sekarang?

Sebenarnya, di tahun 1800-1900an awal, sebagian besar negara menggunakan bahan emas sebagai mata uangnya, seperti Amerika dan Inggris. Koin emas itu pun masih ada hingga sekarang, karena memang sangat berharga. Mama mertua saya punya satu koin emas Amerika tahun 1800an. Ketika ditaksir nilainya di Pegadaian, satu keping mencapai 5juta rupiah! UWAAWW

Mata Uang Emas Amerika dan Britain

Karena itu, jika Anda ingin harta yang Anda simpan tidak jatuh nilainya di masa depan, maka Anda harus memproteksi nilai harta Anda. Caranya? Simpanlah harta Anda dalam bentuk dinar/ dirham. Mengapa? Karena dinar dan dirham yang notabene terbuat dari emas dan perak tidak mengenal inflasi yang kurang lebih 21% untuk tahun kemarin. Karena tidak terpengaruh inflasi, maka nilainya tidak akan pernah turun dan selalu meningkat, mengingat tingkat inflasi terus menanjak setiap tahun. 

Koin emas 20 Dinar yang dicetak oleh Antam
Mengapa tidak dalam bentuk perhiasan emas? Karena perhiasan emas dan koin emas tidak memiliki standar internasional. Harga jual perhiasan dan koin emas juga sesuai surat pembelian, karena kadarnya tidak sesuai. Selain itu, jika perhiasan dan koin emas itu dijual, maka akan dikenakan potongan Rp 10.000 – Rp 20.000,- per gram. Rugi juga kan. Sudah dipastikan harga perhiasan emas yang ingin kita jual akan lebih sedikit daripada saat kita beli. 

Bagaimana cara membeli dinar? Anda cukup mendatangi sebuah wakala dan menukarkan rupiah Anda dengan dinar atau dirham. Wakala adalah tempat jual beli dinar dirham, seperti money changer laiknya. Tersedia pecahan mulai dari setengah dinar ke atas. Harga 1 dinar = Rp 1.178.300,- (per 11/1/08). Mau tau harga sekarang? 1 dinar = Rp 1.764.520,- 

Saya sendiri sudah pernah membeli beberapa keping dinar dari Gerai Dinar. Saya beli tahun 2008 dan saya jual kembali ke tempat saya beli dengan kenaikan harga sekitar 500ribu dari harga waktu saya beli. Aduh, hari gini... jual barang bekas apa yang harganya bisa naik dari awal kita beli, coba? Hahaha.. ya emas gitu lhoo. Makanya stop kebiasaan konsumtif dan mulailah cerdas berinvestasi.

Postingan berikutnya nanti, saya akan informasikan beberapa wakala terpercaya yang bisa Anda datangi.

Salam!